Jika Anda pernah mematahkan daun tanaman lidah buaya dan menghaluskan gel lidah buaya di kulit terbakar, Anda tahu betapa nyamannya memiliki tanaman herbal ini di pekarangan anda. Lidah buaya yang menarik dan mudah tumbuh, lidah buaya (Aloe barbadensis) tumbuh dengan baik dalam wadah di dalam atau di luar. Tanaman ini telah ada selama berabad-abad untuk digunakan sebagai obat herbal dan dekorasi. Selama Anda berhati-hati untuk tidak berlebihan menyiramnya, tanaman lidah buaya dapat dibudidayakan di berbagai kondisi, dan dapat berfungsi sebagai tanaman dekorasi pada teras yang menarik.

1. Pilih pot yang cukup besar untuk menampung akar lidah buaya tanpa berkerumun. Tambahkan 1 hingga 2 inci kerikil di bagian bawah pot untuk meningkatkan drainase. Wadah/pot juga perlu memiliki lubang drainase.

2. Isi wadah dengan campuran pot yang dirancang untuk sukulen. Gunakan campuran yang diproduksi secara komersial dari toko taman, atau buat sendiri dengan 1 bagian tanah yang dipasteurisasi, 1 bagian pasir, dan 1 bagian lumut gambut. Uji tanah untuk mendapatkan drainase yang memadai dengan melembabkannya, lalu meremasnya di tangan Anda. Ketika Anda melepaskannya, itu harus berantakan daripada tinggal di rumpun berlumpur.

3. Tempatkan beberapa campuran tanah dalam pot, tempatkan tanaman lidah buaya ke dalam pot dan kemudian tutup bola akar dengan tanah. Tanah harus mencapai puncak mahkota. Jangan menyirami tanaman selama seminggu setelah menaruhnya di wadah baru sehingga akarnya bisa sembuh – akar lidah buaya yang lebih rentan lebih busuk karena terlalu banyak uap air.

4. Simpan tanaman lidah buaya di tempat yang tidak akan membeku. Ia dapat mentolerir berbagai suhu; suhu rumah di dalam ruangan baik-baik saja, seperti juga sebagian besar kondisi luar ruangan. Mereka mungkin perlu dibawa masuk di musim dingin atau selama panas ekstrem. Selama mereka tetap dalam 40 hingga 90 derajat Fahrenheit, mereka dapat menahan perubahan suhu.

5. Tempatkan wadah lidah buaya di tempat dengan cahaya terang. Jendela yang menghadap ke barat atau selatan adalah yang terbaik. Pastikan bahwa perubahan musiman, naungan pohon atau perawatan jendela tidak menghalangi cahaya. Jika Anda tidak memiliki jendela yang terang, letakkan tanaman di bawah lampu neon selama 16 jam sehari.

6. Sirami tanaman dengan air selama musim semi dan musim panas dengan baik agar tanah terendam, tetapi tunggu sampai air kembali mengering. Selama musim dingin, air hanya dengan secangkir air setelah tanah mengering. Lidah buaya tergolong tanaman yang tidak aktif di musim dingin dan tidak membutuhkan kelembaban ekstra.

7. Bersihkan permukaan tanaman dengan kain lembut yang dilembabkan dengan air. Ini tidak hanya akan menghilangkan debu dan membuat tanaman terlihat bagus, tetapi juga dapat menjaga serangga dan penyakit dari permukaan tanaman. Menempatkannya di tengah hujan atau di bawah semprotan shower bisa membersihkannya juga, tapi hati-hati jangan sampai tanahnya tergenang air.

Alat atau Bahan yang Anda Butuhkan untuk Menanam Lidah Buaya:

1. Pot/Kontainer lebar dengan lubang drainase
2. Kerikil
3. Campuran pot untuk sukulen
4. Tanah yang dipasteurisasi
5. Pasir

Demikian tips menanam lidah buaya dalam pot. Semoga bermanfaat.