Harga rempah-rempah di sejumlah area mengalami kenaikan usai beredarnya informasi yang menyebut mengkonsumsi rempah-rempah berikut dapat menangkal virus corona atau Covid-19, sehingga keinginan meningkat. Bahkan harga rempah tradisional layaknya Jahe merah, kunyit dan temulawak naik melebihi harga jual ayam potong per kilogramnya.

Bahkan sejumlah pedagang di pasar Jatinegara Jakarta Timur, mengeluhkan stok jahe merah yang kini mulai langkah dan harga nya sudah melambung tinggi sejak tiga hari terakhir.

“Sekarang Jahe merah, kunyit dan temulawak menjadi rebutan. Khususnya jahe merah nih stok pada habis,” ungkap Rokmat.

Harga jahe merah sudah menyentuh Rp90 ribu per kilogram (Kg) berasal dari pada mulanya hanya di banderol Rp40 ribu per kg. Sementara, harga kunyit sebesar Rp35 ribu per kg berasal dari pada mulanya Rp25 ribu per kg.

Sedangkan temulawak sekarang di banderol Rp40 ribu per kg berasal dari harga Rp20 ribu per kg. Harga-harga berikut lebih mahal dibanding harga beli daging ayam potong yang hanya di banderol Rp28 ribu per kg.

“Jahe merah lah mas paling tinggi, (kenaikan nya),” imbuh Rokmat.

 

Permintaan Tinggi

Dia menjelaskan kenaikan harga terjadi disebabkan oleh tingginya keinginan masyarakat, yang tidak di imbangi dengan jumlah persediaan yang ada. “Biasanya sehari untuk jahe merah, kunyit, dan temulawak habis sepuluh kilo, sekarang dapat dua puluh lima kiloan,” terangnya.

Sementara itu, tingginya harga rempah-rempah dikeluhkan sejumlah pembeli. Seperti Sari yang merupakan seorang ibu rumah tangga, yang menentukan untuk mengurangi jumlah pembeliannya sehingga dapat menghemat biaya pengeluarannya sehari-hari.

Dia menghendaki sehingga pemerintah dapat menekan harga jual Jahe merah, kunyit, maupun temulawak, sebab ke tiga bahan pangan berikut merupakan bahan yang kerap di mengkonsumsi masyarakat. “Ya langsung turun, kan kami ini menggunakan buat matang sehari-hari,” tandasnya.

Categories: Bisnis