hasil produksi olahan kelapa

Hasil produksi olahan kelapa – Indonesia merupakan produsen produk olahan kelapa terbesar kelima di dunia dengan luas 3,7 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia. Negara tropis ini menghasilkan 18,3 juta ton buah kelapa setiap tahunnya, dan jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.

Minyak kelapa merupakan salah satu bahan baku terpenting di Indonesia. Kondisi geografis dan iklim tropis Indonesia memungkinkan tanaman kelapa tumbuh subur. Kopra atau daging kelapa telah menjadi mata pencaharian masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Daging kelapa atau kopra kelapa merupakan bahan baku yang diolah menjadi minyak kelapa mentah (coconut oil). Daging kelapa / kopra kelapa ini yang tidak dicampur dengan bahan baku atau campuran kimia dalam pembuatannya. Biasanya digunakan untuk produk minyak nabati atau produk turunan lainnya.

Minyak kelapa kopra juga telah dipasarkan di berbagai belahan dunia. Petani kopra di Indonesia sudah lama mengenal teknik pembuatan minyak kelapa. Cara tradisional maupun modern oleh masyarakat telah dilestarikan hingga hari ini.

Hasil dari olahan kopra kelapa terbagi menjadi dua jenis yaitu kopra hitam dan kopra putih. Seperti namanya, kopra hitam adalah yang paling mudah untuk dikerjakan. Hanya dengan mengambil ampas kelapa dari tempurungnya kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga menjadi hitam.

Berbeda dengan kopra hitam, mengolah kopra putih lebih sulit dan proses pembuatannya cukup lama. Oleh karena itu, kandungan dan kualitas kopra putih ini harus diperhatikan. Kopra putih harus kering (kelembaban sekitar 5%), higienis, bebas dari aflotoxins, PAH, FFA dan bebas dari bahan lainnya.

Proses blending kopra biasanya dilakukan 3 sampai 5 hari. Kopra kering kemudian dipotong menjadi kisi-kisi kasar sebelum diperah. Jual kopra kualitas harus memiliki kadar air yang sangat rendah hanya 6 sampai 7 persen. Kopra berkadar air tinggi biasanya lebih mudah rusak dan mudah berjamur.

Baca Juga : Strategi Peluang Bisnis Air Minum Isi Ulang Galon dan Air Mineral

Pembuatan Kopra Putih – Hasil Produk Olahan Kelapa

Proses pembuatan kopra putih terbagi menjadi dua proses pengeringan, yaitu pengeringan konvensional dan pengeringan modern. Cara konvensional paling banyak digunakan oleh petani kopra kelapa di Indonesia. Cara ini sangat bergantung pada cuaca dan distribusi sinar matahari.

Metode konvensional

1. Metode pengeringan matahari

Proses pembuatan kopra putih terbagi menjadi dua proses pengeringan, yaitu pengeringan konvensional dan pengeringan modern. Metode konvensional merupakan metode yang paling banyak digunakan oleh petani kopra kelapa di Indonesia. Cara ini sangat bergantung pada cuaca dan distribusi sinar matahari.

2. Metode pengasapan

Cara ini banyak digunakan oleh petani kopra tradisional. Kopra kelapa diletakkan di atas papan pengasapan bambu. Kemudian batok dan batok kelapa dibakar di bawah papan bambu. Cara ini biasanya masih berbasis sinar matahari untuk pengeringan yang optimal.

Metode Modern

Dengan perkembangannya, pengolahan minyak kopra juga menjadi sistem industri yang lebih maju. Pabrik minyak kelapa kopra didirikan di Indonesia. Tidak hanya industri besar, petani kopra juga sudah mulai menggunakan teknologi pengolahan kelapa.

Salah satunya dengan mesin oven. Mesin ini digunakan untuk mengeringkan kopra lebih cepat dan merata. Dalam mesin oven, kopra yang diambil dari cangkangnya dipanaskan hingga suhu 80 derajat hingga kadar airnya hanya 6 atau 7 persen.

Cara membuat kopra putih menggunakan teknologi modern yaitu oven kopra putih. Metode pengeringan kopra ini adalah cara terbaik untuk membuat kopra. Model oven pengisian digunakan sebagai teknologi.

Prosesnya adalah memasukkan kelapa basah ke dalam oven lalu panaskan dengan kedap udara. Panas mengalir ke dalam ruangan pada suhu 40 derajat Celcius sampai 80 derajat Celcius.

Panas yang dihasilkan oleh pembakaran biomassa menghasilkan gas dan panas, yang kemudian dilewatkan melalui oven pengering kopra dengan kipas.

Selain itu, cara pembuatan kopra putih dalam oven kopra putih lebih menguntungkan karena tidak tergantung cuaca. Bahkan saat hujan, bisa dioperasikan di ruangan tertutup agar produksi bisa tetap berjalan.

Cara ini relatif kering dan terlindung dari jamur. Ekstrak kopra tidak berbau tengik bahkan setelah 8 bulan penyimpanan.

Berbagai Produk Turunan Kopra Kelapa

Minyak mentah atau CCO selanjutnya akan diolah kembali menjadi beberapa produk turunan. Di antara produk turunan kopra yang paling umum dipasarkan antara lain:

   1.Minyak Goreng

Baik kopra maupun minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak goreng. Sebagian besar produksi kelapa digunakan sebagai bahan baku minyak goreng.

   2. Biodiesel

Minyak kelapa kopra juga mulai digunakan sebagai bahan bakar biodiesel. Biodiesel merupakan salah satu jenis bahan bakar yang ramah lingkungan dan mampu menghasilkan performa mesin diesel yang maksimal.

   3.Mentega

Minyak kelapa kopra juga sering digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan makanan. Salah satunya sebagai bahan pembuatan mentega.

   4.Kosmetik

Tidak bisa dipungkiri bahwa minyak kelapa juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik. Misalnya minyak kelapa VCO yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan losion dan produk pelembut kulit dan wajah.

Minyak kelapa dan minyak sawit juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lipstik. Lipstik yang merupakan kosmetik wajib wanita ini mengandung minyak kelapa untuk menahan warna agar tidak meleleh.

    5.Sabun

Kandungan vitamin dan mineral dalam minyak kelapa juga bermanfaat untuk menjaga kebersihan tubuh. Itu sebabnya minyak kelapa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Minyak kelapa bermanfaat untuk membuat sabun lebih lembut dan halus.

    6. Pakan Ternak

Bungkil kelapa atau kopra biasanya dianggap bubur. Namun jangan salah, bungkil kelapa ternyata mengandung lemak dan protein. Bungkil kelapa dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ternak seperti sapi dan babi.

Selanjutnya jangan sampai terlewatkan artikel menarik lainnya Mengintip Peluang Usaha Depot Air Minum Terkini