Kakao merupakan asal muasal cokelat yang selama ini Anda nikmati, baik dalam bentuk batangan atau bahkan minuman yang sebelumnya diproses menggunakan mesin coklat dari kakao. Di balik ketidakpopuleran buahnya, faktanya tedapat segudang manfaat kakao yang baik untuk kesehatan tubuh yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya.

1. Tinggi antioksidan

Bubuk kakao ialah salah satu makanan yang kaya akan kandungan flavonoidnya sebagai bagian dari senyawa polifenol. Keduanya adalah antioksidan alami. Senyawa polifenol ini banyak dihubungkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Mulai dari mengurangi peradangan, memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah pada tubuh.

2. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke

Karena kandungan flavonoidnya yang tinggi, bubuk kakao diyakini dapat memperkecil peluang Anda mengalami serangan jantung dan stroke. Pasalnya, flavonoid akan berperan dalam meningkatkan oksida nitrat pada darah yang akan melebarkan arteri serta pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah meningkat.

3. Mengurangi gejala depresi

Cokelat sejak dulu diyakini dapat memperbaiki suasana hati seseorang. Ternyata, bubuk kakao-lah yang memiliki andil besar dalam hal ini. Efek positif ini didapat dari kandungan senyawa flavanol yang bepotensi menstabilkan serotonin, yakni zat kimia pada tubuh yang berperan mengendalikan emosi. Tak hanya itu saja, para peneliti dari Michigan Medicine University of Michigan juga menuturkan bahwa bubuk kakao dapat membantu produksi hormon endorfin sebagai pembentuk mood baik pada tubuh.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam European Academy of Nutritional Sciences turut membuktikan mengenai hal ini. Hasilnya, kesehatan tubuh pria dewasa di usia lanjut yang cukup sering mengkonsumsi cokelat cenderung meningkat. Hal ini juga masih dilantari dengan kondisi psikologis yang baik.

4. Memperbaiki fungsi otak

Bubuk pembuat cokelat ini ternyata memiliki manfaat lain yang tak kalah unik. Yaitu dapat menunjang berbagai fungsi otak. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa polifenol pada bubuk kakao bisa menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara memperbaiki fungsi otak dan aliran darah dalam tubuh.

Senyawa polifenol akan mengalir bersama darah menuju ke otak. Proses ini juga melibatkan kerja biokimia sebagai penghasil neuron dan molekul penting dalam menunjang fungsi otak.

5. Menurunkan tekanan darah

Kandungan flavonoid dalam bubuk kakao diyakini bisa memperbaiki kadar oksida nitrat dalam darah. Hal ini juga secara bersamaan dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, temuan dari sebuah studi yang dimuat dalam Cochrane Library turut mendukung mengenai pernyataan tersebut.

Menurutnya, efek baik dari flavonoid ini akan semakin telihat jika dikonsumsi oleh orang yang telah memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan yang tidak. Efek ini juga lebih terlihat pada orang yang sudah berusia lanjut jika dibandingkan dengan mereka yang masih muda.

6. Memperbaiki gejala diabetes tipe 2

Meski mengkonsumsi cokelat secara berlebihan tidak disarankan untuk seorang penderita diabetes, nyatanya kakao memiliki manfaat yang cukup menjanjikan. Kandungan flavanol sebagai antioksidan pada biji coklat murni ini ternyata bisa membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat di dalam usus.

Tak hanya itu saja, biji coklat murni ini ternyata juga bepotensi meningkatkan sekresi insulin, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kendali gula darah di dalam tubuh. Namun, memang dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat biji cokelat yang satu ini pada seorang pengidap diabetes.

7. Mengendalikan berat badan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Molecular Nutrition & Food Research menemukan fakta jika kakao bermanfaat untuk mengendalikan berat badan. Biji coklat ini dapat membantu mengatur energi di dalam tubuh, mengurangi nafsu makan, mengurangi peradangan, meningkatkan pembakaran lemak tubuh, serta meningkatkan rasa kenyang.

Tak hanya itu saja, penelitian lain juga menemukan sebuah fakta bahwa orang yang lebih sering memakan cokelat memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan yang jarang memakan cokelat. Bahkan, ada sebuah penelitian yang menemukan fakta bahwa seseorang yang memakan cokelat lebih banyak akan mengalami penurunan berat badan lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak.

Namun, perlu diingat kembali bahwa tak semua cokelat bisa memberikan efek ini. Cokelat yang sudah banyak mengandung gula dan susu tentu saja tidak termasuk ke dalam golongan makanan sehat yang bisa membantu membuat berat badan menurun ini.

8. Menjaga kesehatan gigi dan tulang

Beberapa penelitian menemukan fakta jika kakao bepotensi mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Hal ini dikarenakan biji coklat mengandung senyawa yang mengandung antibakteri dan senyawa yang dapat merangsang sistem imun untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus dengan bakteri di mulutnya menunjukkan perbaikan pada kondisi tikus. Hal ini terutama sangat terlihat pada berkurangnya lubang pada gigi dibandingkan dengan yang hanya diberikan air biasa. Akan tetapi memang belum ada penelitian khusus yang meneliti manfaat ini pada manusia.

Selain dalam menjaga kesehatan gigi, kandungan polifenol di dalam kakao juga dapat memberikan efek yang tak kalah berguna. Seseorang yang memakan ekstrak kokoa pada umumnya memiliki peredaran darah pada kulit yang lebih lancar. Selain itu, biji cokelat ini juga dapat meningkatkan dan memperbaiki tekstur permukaan kulit serta menjaganya agar tetap terhidrasi.

9. Membantu meringankan asma

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang dapat menyebabkan sumbatan dan peradangan pada jalur napas. Penyakit pernapasan yang satu ini bahkan kerap mengancam nyawa seseorang. Nah, ternyata sebuah penelitian menyatakan bahwa kakao memiliki manfat untuk orang yang mengidap asma.

10. Melindungi tubuh dari kanker

Kandungan flavanol dalam kakao diyakini mampu melindungi tubuh dari penyakit kanker. Sebuah penelitian menyatakan jika biji coklat memiliki efek antioksidan. Artinya, senyawa ini dapat melindungi sel terhadap kerusakan molekul reaktif, melawan peradangan, menghambat pertumbuhan sel kanker, serta membantu mencegah penyebarannya.

Penelitian lain yang dilakukan pada manusia juga menemukan sebuah fakta jika senyawa pada ekstrak kakao mampu mengurangi risiko kanker payudara, pankreas, prostat, hati, usus besar, dan leukimia (kanker darah). Walaupun sudah ada penelitian yang dibuktikan pada manusia, tetap perlu penelitian lainnya untuk memperkuatnya.

Dengan banyaknya manfaat kakao, tak ada salahnya untuk memasukkan bahan makanan yang satu ini dalam santapan harian Anda.

Categories: Bisnis