Riset menunjukkan bahwa murid dan mahasiswa dapat studi lebih baik dengan memanfaat cisco dna spaces  ketika mereka terlibat secara aktif , daripada cuma mendengarkan ceramah berasal dari pengajar secara pasif.

Namun, pandemi COVID-19 telah memaksa terjadinya hal yang tidak kita bayangkan sebelumnya yaitu kelas-kelas daring menggantikan proses studi konvensional tatap muka.

Selama tiga tahun terakhir, tim dosen dan asisten pengajar kita di National University of Singapore sukses mengembangkan mata kuliah dan proses pengajaran yang dapat menyebabkan mahasiswa kita – yang kondang enggan berpartisipasi di dalam aktivitas di kelas – jadi lebih aktif.

Ketika kita memindahkan kelas untuk diajar sepenuhnya secara daring, kita beroleh banyak pelajaran mengenai bagaimana menjaga keterlibatan dan interaksi siswa yang telah susah payah kita bangun.

Tim kita menawarkan tiga kiat yang dapat digunakan oleh para tenaga pendidik untuk menciptakan pembelajaran daring yang menarik di sedang pandemi COVID-19.

 

1. Menguatkan interaksi pada murid dan guru

Ketika murid dan guru terpisahkan oleh jarak, menciptakan interaksi pada keduanya jadi hal yang jadi penting.

Sembari mahasiswa tunggu kelas daring dimulai, kita memanfaatkan fitur percakapan untuk menanyakan kabar mereka. Pada pertemuan pertama, kita terhitung memperkenalkan mereka bersama dengan silabus dan syarat-syarat mata kuliah.

Koneksi yang dibangun di awal menyebabkan mereka merasa lebih nyaman memanfaatkan media daring ini untuk menanyakan dan mengajukan komentar selama kelas berlangsung.

Selain itu, kita mengingatkan para murid untuk senantiasa menyalakan video mereka. Hal simpel ini menyebabkan mereka merasa lebih bertanggung jawab untuk menyimak jalannya kelas dan lebih termotivasi untuk hindari godaan-godaan yang sering terlihat ketika studi berasal dari rumah.
Tenaga pengajar terhitung harus mengoptimalkan teknik komunikasi mereka, terhitung menegaskan bahwa suara, pencahayaan, dan video berkualitas tinggi.

Kami menganjurkan untuk memposisikan kamera pas di depan monitor, sejajar bersama dengan mata. Hal ini sangat mungkin kita untuk melihat para mahasiswa, tidak ke laptop atau catatan.

Berdiri selama berjalannya kelas terhitung memungkinan para tenaga pendidik untuk mengekspresikan diri memanfaatkan bahasa tubuh dan tangan. Bahkan ketika sudut pandang kamera cuma menampilkan kepala dan pundak, murid tetap dapat melihat gerakan tubuh kita dan hal ini menopang mengomunikasikan pesan yang dambakan kita sampaikan.

Kami menguntungkan dapat mengajar di dalam tim di kelas kita bersama dengan percakapan bolak-balik yang lancar pada para pengajar. Mengajar di dalam tim menopang membangkitkan beragam gagasan dan perspektif kendati mengupas topik yang sama.

Pada selagi yang sama, asisten pengajar kita bekerja “di balik layar”. Mereka menopang mengurusi persoalan tehnis selama kelas berlangsung, menopang membagi mahasiswa ke di dalam kelompok-kelompok kecil, dan beri tambahan ringkasan diskusi kelas secara real-time lewat fitur obrolan.

Mereka terhitung menerima pertanyaan-pertanyaan berasal dari siswa dan menyampaikannya terhadap para pengajar untuk dijawab terhadap selagi yang tepat.

 

2. Rencanakan sebagian ‘kuis interaktif’ yang dapat dijawab secara real-time

Tanggapan secara rutin dan real-time berasal dari siswa sangat menopang kita paham pendapat mereka dan terhitung mengukur sejauh mana mereka paham materi.

Tanggapan segera sangat mungkin kita untuk menyelaraskan pelajaran selanjutnya agar cocok bersama dengan tingkat pemahaman mahasiswa agar menyebabkan mereka senantiasa motivasi untuk terlibat. Sebagai contoh, jajak pendapat yang berjalan selama proses pembelajaran ini dapat berbentuk pertanyaan, kuis, atau survei singkat yang tidak dinilai.

Para mahasiswa puas melihat tanggapan-tanggapan secara real-time berasal dari teman-temannya. Kami memanfaatkan situs Poll Everywhere, tapi kadang kala terhitung memanfaatkan sarana interaktif lain layaknya Mentimer, Kahoot!, Padlet dan Pigeonhole Live ketika kita memerlukan fitur-fitur yang berbeda untuk kuis interaktif kami.
Mahasiswa kita biasanya tidak dapat mengangkat tangan ketika ditanya di di dalam kelas, lebih-lebih untuk pertanyaan yang paling sederhana. Mereka lebih terbuka untuk menjawab lewat proses jajak pendapat. Oleh dikarenakan itu, ini berfungsi untuk mendorong mereka untuk menjawab dan terlibat di dalam kelas yang sedang berlangsung.

 

3. Manfaatkan interaksi antar siswa

Di kelas ini, kita dambakan menegaskan bahwa siswa dapat berinteraksi bersama dengan nyaman, mengajukan pertanyaan dan berkontribusi di dalam kelompok, jauh lebih sering daripada di ruangan kuliah besar. Salah satu cara yang kita melaksanakan adalah membagi mahasiswa ke di dalam grup kecil dan mengharuskan mereka bekerja serupa untuk menjawab problem yang diberikan oleh tim pengajar.

Itulah mengapa menegaskan adanya kerja grup jadi lebih mutlak di di dalam kelas virtual. Kerja grup sangat mungkin siswa untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai materi-materi yang diajarkan di kelas. Kami pilih anggota berasal dari masing-masing kelompok, dan ini bertahan sampai akhir mata kuliah.

Secara bergiliran, mahasiswa bertanggung jawab untuk memimpin grup mereka, menyebabkan catatan dan melaporkannya kembali ke seluruh anggota kelas. Mereka terhitung puas berkenalan bersama dengan mahasiswa lain di kelas (terutama yang berasal berasal dari disiplin pengetahuan yang berbeda).

Kami mendapatkan bahwa beri tambahan “ice-breaker” di awal kelas mutlak agar anggota grup saling memperkenalkan diri. Asisten pengajar atau dosen kita terhitung “mampir” ke sesi grup kecil untuk beri tambahan saran, tapi sudah pasti tidak menggantikan peran ketua grup di sesi tersebut. Di akhir sesi, setidaknya satu atau dua grup harus melaporkan kembali ke seluruh anggota kelas di akhir aktivitas kelompok.

Investasi yang layak

Menjaga motivasi siswa agar senantiasa terlibat di dalam kelas virtual lebih menantang dikarenakan sulit untuk menangkap ‘sinyal-sinyal’ yang biasanya diperoleh di dalam suasana kelas tradisional: paham ketika siswa terlihat tersesat, terganggu atau bingung, dan kapan waktunya harus mempercepat atau memperlambat laju pengajaran.

Dengan memanfaatkan teknik mengajar dan sarana daring yang ada secara efektif, tenaga pendidik dapat mengemukakan pelajaran yang menarik dan menciptakan suasana interaksi yang hangat pada tim pengajar bersama dengan mahasiswa.

Oleh dikarenakan itu, kita mendorong para tenaga pendidik untuk senantiasa memperluas wawasan mereka mengenai beragam metode pembelajaran interaktif. Meskipun dapat memerlukan banyak selagi dan tenaga, hal ini merupakan investasi yang mutlak untuk dilakukan.

Categories: Bisnis