Setidaknya hampir setengah tahun ini kita berada dalam masa pandemi dan masih belum diketahui kapan akan berakhir. Banyak hal yang berubah saat Covid 19 mulai memasuki negara kita, Indonesia. Beragam aktivitas di luar ruangan, terpaksa harus dihentikan untuk sementara dan mencari alternatif lainnya. Salah satu kegiatan yang tidak terlepas dari dampak ini adalah kegiatan belajar mengajar.

Hampir seluruh sekolah dan perguruan tinggi di tanah air saat ini sudah tidak menerapkan pembelajaran langsung di sekolah atau kampus. Namun, mayoritas sudah menggunakan media online untuk proses belajar mengajar, termasuk dalam hal pemberian tugas. Google Class Room merupakan salah satu platform yang dibuat secara resmi oleh Google untuk memudahkan pembelajaran online.

Sebenarnya Google Classroom sudah ada sejak beberapa tahun silam. Namun, karena masa pandemi saat ini, Google Classroom semakin banyak dikenal dan dirasakan manfaatnya. Bagi para guru atau dosen, tentunya akan semakin mudah dalam mengatur pemberian tugas. Dalam Google Classroom, Guru dapat memberikan tugas, serta menentukan kapan tugas tersebut harus dikumpulkan.

Selain itu, Guru dan para siswa juga dapat berkomunikasi secara interaktif melalui fitur komentar yang tersedia. Jadi, jika Guru ada memposting sesuatu, baik itu seperti informasi terkait mata pelajaran atau mata kuliah, maka para siswa dapat langsung bertanya pada topik tersebut. Tentu saja ini akan lebih kondusif dan terstruktur bila dibandingkan dengan hanya menggunakan fitur pada group WhatsApp.

Opsi untuk membuat tugas setidaknya terdapat tiga pilihan yang dapat digunakan oleh para Guru. Pertama, yaitu fitur untuk tugas assignment. Kedua, fitur untuk membuat kuis. Terakhir, terdapat jenis tugas pertanyaan. Setelahnya, guru dapat menentukan kapan tugas harus diselesaikan. Apabila terdapat siswa yang terlambat mengumpulkan dari waktu yang telah ditentukan, maka akan dianggap terlambat.

Tidak hanya dapat membuat tugas saja, dalam menyampaikan materi, Guru juga dapat langsung menggunakan fitur pada Google Classroom. Materi juga tidak diharuskan untuk diketikkan secara manual pada Google Classroom, tapi juga dapat menggunakan fitur attachment atau embeded. Sehingga Guru dapat mengunggah file dokumen seperti PDF melalui Google Drive.

Namun, pertimbangkan juga untuk ukuran file yang diunggah. Jika dirasa tidak seluruh siswa memiliki koneksi internet yang kencang, maka pertimbangkan untuk menggunakan cara kompres pdf agar ukuran file menjadi lebih kecil. Tentu ini akan memudahkan siswa untuk dapat mendownload file materi tersebut menjadi jauh lebih cepat dan mudah. Selain dokumen, Guru juga dapat mengintegrasikan materi menggunakan video Youtube lho!

Selanjutnya, untuk sistem penilaian tugas yang telah diberikan, Guru dapat memanfaatkan fitur yang telah tersedia. Tentu saja untuk sistem penilaian dapat disesuaikan dengan kriteria masing-masing Guru, seperti contoh maksimal nilai yang bisa diraih oleh Siswa. Selanjutnya, Guru hanya perlu melihat seluruh nilai melalui menu yang tersedia dan tinggal melakukan rekapitulasi untuk dokumen penilaian.

Tentunya untuk dapat meraih kesuksesan dalam belajar online, Guru tidak cukup hanya mengandalkan komunikasi melalui aplikasi Chatting saja, melainkan juga dapat memanfaatkan platform online learning seperti Google Classroom. Jika ingin melakukan tatap muka, Guru juga dapat memanfaatkan fitur meeting online gratis, seperti Google Meet dan Zoom. 

Categories: Teknologi