pengolahan kopra putih

Pengolahan kopra putih – Indonesia merupakan salah satu penghasil komoditas kelapa terbesar di dunia, dengan luas areal perkebunan kelapa 3,7 hektar. Sebagian besar pengolahan dan budidaya kelapa dilakukan secara tradisional.

Salah satu pengolahan tanaman kelapa adalah daging buah kelapa atau yang biasa kita sebut dengan kelapa kopra. Daging kelapa dikeluarkan dari tempurungnya dengan cara mencungkil secara konvensional atau bisa juga menggunakan mesin pengerik kelapa.

Biasanya ada dua jenis kopra yaitu kopra hitam dan kopra putih. Seperti namanya, daging kelapa hitam (black coconut copra) berwarna hitam. Proses pembuatan kopra hitam lebih mudah dalam pembuatannya yaitu buah kelapa dipisahkan dari cangkangnya kemudian dikeringkan hingga berubah menjadi hitam.

Kopra putih merupakan komoditas yang cukup menguntungkan, namun belum cukup dikenal di beberapa daerah di Indonesia, selain karena sebagian besar petani kelapa belum mengetahui tata cara pengolahannya, juga karena belum memiliki teknologi yang tepat yang dapat mereka terapkan.

Baca Juga : Simak Manfaat Kopra Putih yang Perlu Anda Ketahui

Pengolahan Kopra Secara Sederhana

1. Pengeringan Dengan Metode Penjemuran Matahari

Yang paling banyak dilakukan di sentra-sentra penghasil kelapa adalah pengolahan kelapa menjadi kopra (kopra hitam), selain itu caranya yang sederhana, kopra hitam tidak memerlukan persyaratan tambahan seperti kopra putih.

Proses pembuatan kopra umumnya dilakukan dengan cara dijemur atau diasapi menggunakan biomassa (sabut kelapa dan tempurung kelapa). Kekurangan dari metode pengeringan dan pengasapan ini adalah waktu pengerjaannya yang berlangsung 5-7 hari dan sangat tergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu kualitas kopra seringkali tidak stabil, berjamur, dan kadar air kurang sesuai sehingga tidak dapat memenuhi syarat sebagai kopra putih. Dari hasil pengujian alat diperoleh kualitas kadar air 10,14%, kadar minyak 54,15% dan kadar asam lemak bebas 0,05%. Hasil tersebut telah memenuhi standar SNI grade C.

Yang banyak dilakukan di sentra-sentra penghasil kelapa adalah pengolahan kelapa menjadi kopra (kopra hitam), selain caranya sederhana, juga karena kopra hitam tidak memerlukan persyaratan tambahan seperti kopra putih.

2. Pengeringan Kopra Kelapa Dengan Rumah Bertudung Plastik

Modifikasi penjemuran menggunakan plastik penutup untuk mengeringkan sari kopra pada area plastik. Ruang jemur terdiri dari atap dan dinding yang terbuat dari plastik transparan. Panas yang masuk ke dalam wadah plastik akan bertahan lama, sehingga akan lebih cepat membantunya mengering lebih optimal. Udara panas yang terperangkap di dalam ruangan akan memanaskan daging kelapa dari seluruh penjuru.

Dengan cara ini, panas yang dipantulkan oleh lantai akan tertahan, yang akan meningkatkan suhu di dalam bilik plastik, sehingga kopra yang sudah kering akan lebih cepat kering dan terlindung dari hujan.
Pengeringan dengan metode ini lebih baik daripada menjemur sinar matahari langsung. Teknologi pengeringan kopra sangat menentukan kualitas produk kopra putih (khususnya minyak kelapa).

3. Pengeringan Dengan Metode Pengasapan

Cara ini merupakan teknik yang banyak dikembangkan di kalangan petani kopra. Susun daging kelapa (kopra kelapa) ke dalam alat pengasap dengan cara membakar batok kelapa atau batok di bawah tempurung. Kopra yang dipanggang dengan sistem pengasapan akan tetap dijemur.

Namun, jika tidak ada cukup sinar matahari, metode pengasapan merupakan pilihan lain untuk mengeringkan kelapa. Sabut kelapa atau sabut kelapa dibutuhkan pada musim hujan sebagai metode penjemuran yang kurang memuaskan di bawah sinar matahari. Teknik ini membutuhkan waktu sekitar 3 hari.

4. Pengeringan yang Dengan Metode Pengovenan

Petani kelapa sangat membutuhkan oven pengering kopra putih ini karena dapat meningkatkan nilai tambah kopra dengan meningkatkan kualitas kopra yang dihasilkan. Bagi petani sendiri, peningkatan kualitas kopra berarti peningkatan pendapatan karena kopra kualitas tinggi dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Pengering terdiri dari ruang pengering yang dilengkapi dengan pipa pemanas. Udara panas akan dihembuskan oleh blower khusus ke sudut-sudut ruangan oven sehingga proses pengeringan menjadi efektif dan efisien serta panas merata.

Kemudian salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan udara panas untuk mengurangi kadar air pada kopra dengan cara mengeringkan panas pada suhu sekitar 60-70 ° C, sehingga menurunkan kadar air hingga 5-6%.

Melalui konduksi dan konveksi. Setelah melewati heat exchanger untuk pertama kalinya, udara panas mengalir secara merata melalui buah kelapa yang sudah dikeringkan. Pengering bisa digunakan kapan saja, dan suhunya bisa disesuaikan dengan kelembaban kelapa yang sudah dikeringkan.

Cara ini lebih baik karena tidak terpengaruh oleh cuaca dan bahan bakar yang lebih sedikit. Kopra tidak akan menghasilkan bau anyir bahkan setelah disimpan selama 8 bulan.

Artikel lain yang mungkin anda tertarik Cara Membuat Brown Boba Sendiri di Rumah