Honda CT125 resmi dikenalkan dan langsung dipasarkan di Thailand. Negara itu menjadi negara kesatu di Asia Tenggara yang memasarkan motor ikonik ini.

Sepeda motor yang dikenal dengan gaya Trail Hunter ini dipasarkan 84.900 bath atau berkisar Rp 38 jutaan. Pre ordernya sudah dibuka sejak kemarin, dengan menyetor 1.000 bath atau setara Rp 450 ribu.

AP Honda sebagai agen pemegang brand (APM) di Thailand memutuskan, peluncuran dilaksanakan secara online. Meski begitu, mereka sudah membuka tren baru di dunia roda dua. Pengenalannya sendiri memakai metode Facebook Live. Ini merupakan teknik efektif di masa pandemi Covid-19 yang mewajibkan masyarakat untuk mengawal jarak sosial.

“Kali ini kami menghadirkan model baru yakni New Honda CT 125. Produk ini gampang dikendarai dan diinginkan mampu menjebol pasar gaya hidup outdor. Model CT series ini pun telah populer di sekian banyak negara laksana Amerika, Jepang, dan Australia semenjak 1960-an, dan sudah menjadi legenda yang hidup hingga sekarang,” kata Shigito Kimura, Presiden Direktur AP Honda Company Limited dalam siaran yang resmi.

Wajah Baru
Honda CT125 adalahwajah baru di segmen pasar motor tahun ini. Namun sejatinya versi ini pernah familiar di era 60-an. Bisa dibilang ia ialah reinkarnasi dari CT series, atau generasi teranyar dari CT110 dan CT70. Meski tampilannya klasik, dia sudah dicantumkan teknologi modern. Di samping itu, dirinya adalahdiferensiasi model yang dilaksanakan oleh pabrikan ‘sayap kepak’ untuk unik konsumen di ruang belajar bebek retro.

Spesifikasi CT125 Hunter Cub sebenarnya tidak jauh bertolak belakang dengan Super Cub 125, sebab memakai basis yang sama. Memiliki kapasitas 124 cc, 1-silinder, SOHC, injeksi PGM-FI dan berpendingin udara. Namun jantung mekanisnya disetting ulang sampai-sampai mempunyai torsi yang lebih banyak dari saudaranya. Disesuaikan guna mendapatkan akselerasi supaya dapat menemani pekerjaan off road ringan.

Tercatat dapur pacunya dapat menghembuskan tenaga sebesar 8,8 Tk pada 7.000 rpm dengan torsi maksimum 10,7 Nm pada 4.500 rpm. Sementara saudaranya yang bebek super punya power 9,2 Tk pada 7.000 rpm dan torsi maksimal 9,79 Nm di putaran 5.000 rpm. Dayanya disalurkan melewati girboksnya 4-percepatan semiotomatis khas motor bebek.

Bergaya Adventure
Untuk menyokong gaya tulangnya, dipasangkan rak belakang berukuran besar (47,7 x 40,9 cm). Dapat membubuhkan barang bawaan pengendara dengan mudah. Modelnya kental dengan aura adventure, maka pabrikan memberikan sejumlah piranti pendukung. Seperti karet pelindung sokbreker depan, pelindung mesin, ban semi trail, dan knalpot model up-swept layaknya motor custom bergaya scrambler.

Hal canggih yang didapat dari dirinya yaitu penyinaran berteknologi LED dengan headlampnya berbentuk bulat, sama laksana pendahulunya. Kemudian spidometer dengan ciri khas serbadigital serta perlengkapan ABS (Anti-lock Breaking System) di roda depan.

Buat versi standar, CT125 terdapat dalam dua opsi warna, Red Wing dan Matt Brown. Di samping itu, AP Honda pun menambahkan versi khusus menyeluruh dengan aksesori H2C. Tersedia dalam 2 gaya, terdapat City Trail yang dipasarkan 95.900 baht atau setara Rp 43 jutaan dan cuma terdapat 100 unit. Lainnya yakni Country Trekking yang dilego 108.900 bath (Rp 48 jutaan) dan melulu diproduksi 50 unit.

Masuk Indonesia?
Sebelum melantai di negeri Gajah Putih, dua bulan kemudian Honda CT125 sudah tiba di Jepang. Harga yang ditawarkan di negeri Matahari Terbit tersebut lebih mahal, yaitu sekira 440.000 yen atau setara Rp 62,5 jutaan (1 yen = Rp 142,08). Hal tersebut karena basis produksinya dilaksanakan di Thailand. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Kendati baru Thailand yang memasarkan, ini adalahberita bagus. Pasalnya pasar di sana dan di Indonesia tidak bertolak belakang jauh. Bisa dikatakan, motor yang dipasarkan di sana, besar kemungkinan akan dilepas di sini. Tetapi sepertinya peminat di Tanah Air mesti bersabar, sebab pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Maka perincian mengenai kapan Astra Honda Motor (AHM) memasukkan CT125 ke sini, masih menjadi pertanyaan. Jadi patut ditunggu.

Sumber : https://www.giantbomb.com/profile/avisa/blog/used-car-sales-before-lebaran-predicted-to-increas/160944/

Categories: Otomotif