Meningkatnya mutu berpikir manusia udah menstimulus terjadinya pertumbuhan teknologi komunikasi yang begitu pesat. Saat ini teknologi handphone udah bermetamorfosa, tidak cuma sebagai alat untuk menelepon maupun berkirim pesan, namun udah berkembang menjadi alat yang lebih canggih dengan terdapatnya fitur-fitur maupun aplikasi-aplikasi paling baru yang diciptakan untuk lebih memudahkan komunikasi antar manusia. Tidak mengherankan, kalau waktu ini muncul istilah smartphone.

 

Dalam pemanfaatan mobile internet, Indonesia juga keliru satu negara paling besar yang manfaatkan teknologi tersebut. Bahkan untuk pengguna usia di bawah 18 tahun yang dikategorikan sebagai usia rentan, Indonesia menempati peringkat pertama se-Asia Tenggara dengan presentase 21%.

Sebanyak 32% merupakan pengguna dengan rentang usia 18-25 tahun, sedang pengguna dengan rentang usia 25-35 tahun sebesar 33%. Sisanya sebanyak 14% merupakan pengguna internet dengan usia di atas 35 tahun.

 

Dengan mobile internet yang terdapat pada setiap smartphone, aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi pesan paling populer. Sedikitnya, WhatsApps mengirimkan 19 miliar pesan perhari.

Melalui aplikasi yang bisa mengirimkan foto, pesan, audio, dan video, waktu ini WhatsApp bisa menunjang usaha percepatan alur komunikasi suatu kelompok atau organisasi lewat kumpulan grup Wa. Pada kenyataanya aplikasi WhatsApps bisa mengambil alih peran di dalam sebuah organisasi.

 

Fungsinya sebagai wadah berdiskusi ataupun bertukar Info menjadikan pertumbuhan Info di dalam sebuah organisasi bisa terjadi lebih efektif. Hal ini pastinya berpengaruh pada percepatan kebijakan yang diambil.

Balai Besar KSDA Jawa Barat, sebagai keliru satu unit pelaksana tehnis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan punya amanah untuk mengelola sebanyak 50 unit kawasan konservasi. Dengan kuantitas petugas yang terbatas, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat berinisiatif untuk manfaatkan teknologi komunikasi yang benar-benar tenar di seluruh kalangan tersebut.

 

Penggunaan aplikasi WhatsApp untuk menunjang kinerja dijalankan dengan menyebabkan kelompok – kelompok WhatsApp (grup WA) yang perihal dengan tugas dan manfaat yang perlu tindak lanjut sesegera mungkin.

Beberapa kelompok WA yang udah dibentuk untuk menunjang kinerja Balai Besar KSDA Jawa Barat di antaranya kelompok WA terbatas yang beranggotakan seluruh pejabat struktural di lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat. Grup ini membicarakan hal-hal yang perihal dengan progres kinerja yang udah dijalankan ataupun yang akan dilakukan.

 

Selanjutnya, kelompok WA yang beranggotakan orang-orang yang ditunjuk spesifik untuk menanggulangi penertiban peredaran tumbuhan dan satwa.

Pembentukan kelompok yang dinamakan Gugus Tugas TSL ini, beranggotakan berbagai unsur di Balai Besar KSDA Jawa Barat seperti Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Kehutanan (Polhut), Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Kantor Balai Besar KSDA, Bidang Wilayah, Seksi Wilayah dan Resort. Melalui kelompok WA ini, alur Info dirasakan benar-benar efisien agar bisa jalankan tindakan penertiban peredaran TSL illegal secara cepat dan tepat.

 

Dengan target untuk memaksimalkan kinerja pada tingkat tapak (resor), maka satu kelompok WA lagi dibentuk dan menamakan kelompok tersebut dengan sebutan kelompok kepala resor.

Beranggotakan pejabat struktural dan seluruh kepala resort, kelompok ini diharapkan bisa menanggulangi seluruh pelaksanaan tugas dan manfaat BBKSDA di tingkat tapak dan mengendalikan seluruh masalah yang terjadi.

Demikian juga dengan kelompok yang dinamakan dengan kelompok Kebakara yang beranggotakan kepala resort yang lokasi kerjanya sering terjadi kebakaran dan juga perwakilan berasal dari Masyarakat Peduli Api (MPA). Masuknya anggota MPA di dalam kelompok karena MPA banyak menunjang Balai Besar KSDA Jawa Barat di dalam menanggulangi kebakaran yang terjadi sepanjang ini.

 

Selain kelompok WA dengan urgensi menunjang penuh tugas dan manfaat tertentu, tersedia satu kelompok WA yang dibikin beranggotakan seluruh pejabat strukural dan staf. Grup WA ini dibentuk bukan untuk keperluan pekerjaan, namun dibentuk untuk menjaga silahturahim dan kekompakan, baik pada sesama staf maupun staf dengan pejabat struktural.

Siapapun berasal dari anggota kelompok bebas membagi Info apa-pun berasal dari perihal yang lucu hingga perihal yang serius. Walaupun tidak tersurat, namun di di dalam kelompok ini benar-benar tersirat larangan penyampaian Info yang mempunyai kandungan SARA dan politik, agar keakraban tetap terjaga.

Categories: Bisnis